Jumat, 22 Februari 2013

Memahami Langkah-Langkah dalam Proses Pencatatan


  
Pada bagian sebelumnya telah dipelajari Siklus akuntansi adalah siklus tentang transaksi bisnis yang memberikan yang menunjukkan langkah informasi awal sebagai dasar untuk menyiapkan langkah yang diperlukan dalam penyelesaian proses akuntansi laporan keuangan.
 
Pada bagian ini akan dipelajari langkah-langkah yang diperlukan dalam proses akuntansi secara manual. Langkah-langkah ini disebut dengan siklus akuntansi (the accounting cycle). Jadi siklus akuntansi adalah siklus yang menunjukkan langkah-langkah yang diperlukan dalam penyelesaian proses akuntansi secara manual.
 
Siklus akuntansi yang tergambar pada ilustrasi 4.1 dapat dijelaskan sesuai dengan urutan kejadiannya sebagai berikut:
 
1.  Transaksi yang terjadi di perusahaan akan dicatat dalam dokumen sumber (a source document). Contoh dokumen sumber atau bukti transaksi diantaranya adalah kuitansi pembayaran atau penerimaan kas, faktur pembelian, faktur penjualan, kartu jam kerja, dan lain-lain.

2.  Transaksi yang terjadi dalam suatu periode dicatat menurut urutan kejadiannya dalam sebuah buku. Pencatatan ini lazimnya disebut dengan membuat jurnal. Dengan demikian mencatat transaksi sama artinya dengan menjurnal transaksi Buku yang digunakan untuk mencatat transaksi atau membuat jurnal ini disebut dengan buku harian. Disebut buku harian karena pencatatan dalam buku ini harus dilakukan menurut urutan kejadiannya (kronologisnya) yang umumnya dilakukan setiap hari.

Dengan demikian jurnal dalam buku harian merupakan catatan permanen atas semua transaksi bisnis perusahaan. Jurnal ini dilakukan atas dasar dokumen sumber yang disebut dengan bukti transaksi menurut aturan debit kredit sebagaimana telah dibahas pada bab sebelumnya.
 
1.  Langkah berikutnya setelah membuat jurnal adalah memindahkan catatan di buku harian ke kelompok akun-akun yang disebut dengan buku besar (the ledger). Proses memindahkan dan mengelompokkan catatan dari buku harian ini ke dalam buku besar (the ledger) disebut dengan proses posting. Pada akhir periode setelah semua transaksi dicatat dalam buku harian (jurnal) dan diposting ke akun seluruhnya dalam buku besar saldo untuk masing-masing akun dihitung. Saldo adalah perbedaan antara sisi debit dengan sisi kredit untuk setiap jenis akun.

2.  Langkah terakhir adalah menyiapkan daftar semua akun dan saldonya. Daftar ini disebut dengan neraca saldo (the trial balance). Neraca saldo dipersiapkan untuk melihat kesamaan debit dan kredit akun-akun yang ada di buku besar (the ledger). Ringkasan akun beserta saldonya yang terdaftar dalam neraca saldo (the trialbalance) ini digunakan sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan.

Siklus akuntansi yang dijelaskan di atas bisa diringkas dalam bagan proses sebagaimana dalam ilustrasi 4.1.
 
Ilustrasi 4.1: Siklus Akuntansi
 
 
Ilustrasi 4.1 menunjukkan ringkasan siklus akuntansi yang dikerjakan secara manual. Siklus tersebut bermula dari bukti transaksi, dicacat dalam buku harian (buku jurnal), dipindahkan ke buku besar, kemudian diringkas dan diakhiri dengan penyajian laporan keuangan.
 
 
Istilah terkait pencatatan : akuntansi, dinas kependudukan, dinas pencatatan sipil, metode pencatatan, pembukuan, pencatatan akuntansi, pencatatan dan pelaporan, pencatatan keuangan, pencatatan persediaan, pencatatan sipil, sistem pencatatan, pencatatan transaksi, persediaan, pengertian pencatatan
 
  

Kamis, 17 Januari 2013

Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi


  
Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lain pun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
 
Sebagai suatu sistem informasi, Akuntansi sangatlah diperlukan baik oleh pihak intern perusahaan, maupun dari luar perusahaan.
 
Secara garis besar, pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi adalah:
 
1. Manajer.
Seorang manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi untuk penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai perusahaan, serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.

2.Investor.
Para investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penanaman modal pada suatu usaha, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis laporan keuangan perusahaan yang akan dipilihnya untuk disuntik dana dari investor.

3.  Kreditor.
Kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada calon nasabahnya. Nasabah
yang dipilih kreditor adalah nasabah yang mampu mengembalikan pokok pinjaman beserta bunganya pada waktu yang tepat. Oleh karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.

4.  Instansi Pemerintah.
Instansi pemerintah sangat berkepentingan dengan informasi akuntansi. Dari informasi keuangan suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi yang bersangkutan.

5.  Organisasi Nirlaba.
Meski organisasi nirlaba bertujuan tidak untuk mencari laba, organisasi ini masih sangat memerlukan informasi keuangan untuk tujuan penyusunan anggaran, membayar karyawan dan membayar bebanbeban yang lain.

6.  Pemakai lainnya. Informasi akuntansi juga diperlukan oleh organisasi lainnya seperti organisasi buruh, yang memerlukan informasi akuntansi untuk mengajukan kenaikan gaji, tunjangan-tunjangan, serta mengetahui kemajuan perusahaan di mana mereka bekerja.
 
Proses dimana akuntansi menghasilkan informasi bagi pengguna dijelaskan pada ilustrasi 1.2.
 
Ilustrasi 1.2: Informasi Akuntansi dan Pihak yang Berkepentingan


Minggu, 09 Desember 2012

Akuntansi dan Operasi Bisnis


  
Peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh semua pihak yang berkepentingan. Bahkan organisasi pemerintah pun, sekarang ini sedang berupaya untuk menerapkan konsep-konsep akuntansi pada pola manajemennya untuk tujuan pertanggungjawaban kegiatan. Itulah sebabnya, akuntansi semakin banyak dipelajari di berbagai lapisan masyarakat mulai dari siswa sekolah di pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi.
 
Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar informasi yang diperlukan para manajer modern adalah informasi akuntansi. Oleh karena itu, para manajer dituntut untuk memiliki kemampuan menganalisis dan menggunakan data akuntansi. Perkembangan perekonomian yang semakin pesat inilah yang menuntut para pelaku ekonomi untuk lebih memahami data akuntansi yang dapat memberikan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi.
 
Pengertian dan Tujuan Akuntansi
 
Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis (business language), atau lebih tepatnya Akuntansi sering disebut sebagai bahasa pengambilan keputusan.sebagai bahasa bisnis  Semakin seseorang menguasai bahasa ini, maka akan semakin baik pula orang tersebut menangani berbagai aspek keuangan dalam kehidupannya.
 
Definisi akuntansi dapat dirumuskan melalui 2 (dua) sudut pandang, yakni
- definisi dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi dan
- definisi dari sudut pandang proses kegiatannya.
 
Apabila ditinjau dari sudut pandang pengguna jasa akuntansi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu dan atau aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu entitas atau transaksi yang bersifat keuangan (financial).
 
Kegunaan informasi akuntansi adalah untuk:
1.  Membuat perencanaan yang efektif, sekaligus mengadakan pengawasan, serta pengambilan keputusan ekonomi yang tepat oleh manajemen;
2.  Pertanggungjawaban entitas kepada para investor, kreditor,pemerintah, dan sebagainya.

Jika ditinjau dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, keuangan suatu entitas. Dari sini bisa dilihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang kompleks,
 
Dari sudut pandang proses kegiatan, akuntansi sebagai peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan. menyangkut berbagai macam kegiatan, sehingga pada dasarnya akuntansi harus:
1.  Mengidentifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil;
2.  Memroses atau menganalisis data yang relevan;
3.  Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dari definisi di atas, secara sederhana kita dapat menjelaskan bahwa akuntansi dapat menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja keuangan dan kondisi perusahaan.
 
Dengan demikian, secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi keuangan yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
 
Sebagai suatu sistem informasi keuangan, akuntansi merupakan sebuah proses dari 3 (tiga) aktivitas, yaitu pengidentifikasian, pencatatan dan komunikasi kejadian-kejadian ekonomis suatu perusahaan yang menghasilkan informasi bagi penggunanya, sebagaimana dijelaskan dalam ilustrasi 1.1.